Hari ini saya mendapatkan 2 undangan grup facebook yang inti dari keduanya sama yaitu menjelekkan simbol agama kristiani. Saya memang orang Islam, dan saya cinta sekali dengan agama saya. Tapi melakukan penghinaan terhadap agama lain, bukanlah cara seorang muslim. Tak pernah sekalipun kita dengar atau baca sirah Nabawiyah yang mengatakan bahwa nabi menghina kaum kafir. Padahal penghinaan yang dilakukan oleh kaum kafir terhadap Rasulullah jauh lebih dahsyat daripada yang dilakukan oleh saudara-saudara kita yang masih belum memperoleh hidayah Allah.
Kita mungkin marah karena Rasulullah diejek, tapi benarkah kita marah gara-gara itu? Atau kita marah karena merasa bukan Rasulullah yang diejek tapi kita yang memeluk agama terbaik ini? Sering kita menyalah artikan ejekan orang lain pada simbol2 agama sebagai ejekan terhadap pilihan kita. Sama juga saat kita marah ketika usulan kita dilecehkan rekan dalam suatu rapat.
Jika kita memang seorang muslim, harusnya tak perlu sampai marah. Apalagi sampai melakukan penghinaan balasan terhadap mereka. Lha, kita kan gak tahu mereka itu umat kristen atau bukan. Wong penghinaan yang dilakukan bukan cuma kepada Rasulullah saja kok, tapi juga pada Allah. Kalau sudah menghina Allah, artinya kan mereka ini kaum atheis yang tidak mengakui adanya Tuhan.
Apakah kaum atheis itu Yahudi? Belum tentu juga. Karena Yahudi sendiri juga mengakui adanya Allah. Mereka percaya adanya Tuhan.
Maka, jangan sampai kebencian kita terhadap suatu kaum, membuat kita melakukan tindakan-tindakan yang justru hanya menambah musuh2 kita. Saat ini mungkin kaum atheis yang menyerang kita. Lalu kita bikin grup yang menyerang nashrani. Kaum Yahudi melihat bahwa Islam ini sukanya mengejek kaum lain. Dan merekapun ikut-ikutan mengejek kita.
Lalu apa yang bisa kita lakukan? Apa kita diam saja?
Semua tergantung kemampuan dan kemauan anda. Rasulullah menyediakan 3 opsi kan? Bertindak dengan tangan, bertindak dengan mulut atau bertindak dengan doa. Jika anda merasa cukup dekat dengan Allah, anda tak perlu turun tangan langsung. Cukup doakan agar mereka mendapat hidayah-Nya.
Tapi jika ibadah anda masih biasa-biasa saja, dan kemampuan debat anda cukup bagus, maka menunjukkan jalan kebenaran kepada mereka adalah yang utama. Tapi harus sesuai dengan bahasa mereka. Mereka suka seni, jangan ajari Islam dengan ceramah atau kitab. Lha kalau mereka atheis, kitab apapun yang anda bawa ya gak bakal mempan. Mereka bicara sains, kitapun harus tunjukkan dengan bahasa sains. Mereka bicara bahasa seni, kita tunjukkan kepada mereka seni itu seperti apa. Terus terang cara ini saya belum mampu.
Bila anda merasa gak terlalu dekat dengan Allah, ilmu juga masih permukaan saja, maka gunakan tangan anda. Mengalihkan fokus dengan boom artikel-artikel forex, asuransi, personal loan atau boom dengan gambar-gambar kartun yang sama sekali gak ada hubungannya dengan agama akan cukup membuat mereka kewalahan. Yang perlu dilakukan hanyalah menyiapkan pasukan. Amunisi sudah begitu banyak tersebar di internet. Google sendiri sudah menyediakan banyak gambar untuk kita buang-buang di situs-situs mereka.
Jadi, tak perlulah bikin grup tandingan untuk mengejek mereka kan?